Wednesday, June 23, 2010

PENGASUHAN PADA ANAK USIA DINI


Terdapat beberapa kunci penting untuk membuka ruang pengasuhan dan pendidikan yang dapat meningkatkan kecerdasan, yaitu:

1. Komunikasi
Komunikasi merupakan kunci awal untuk menjalin hubungan orang tua dengan anak. Biasakanlah untuk membangun komunikasi dua arah dengan anak. “Dengarkanlah” apa yang ingin diutarakan oleh anak. Hal-hal yang dalam pandangan orang tua dianggap oleh orang tua sederhana/sepele, bisa jadi merupakan suatu yang luar biasa bagi anak.
2. Keterbukaan
Membangun keterbukaan akan meningkatkan rasa saling percaya antara anak dan orang tua. Orang tua perlu menginformasikan aktivitas/kesibukan yang dilakukan, tentunya dengan informasi yang proporsional diketahui oleh anak. Bahkan apabila memungkinkan sesekali anak adapat dilibatkan dengan aktivitas orang tua.
3. Pembagian Peran
Kedua orang tua memiliki kewajiban yang setara dalam mendidik anak. Begitu halnya ketika kedua orang tua memiliki kesibukan, tidak ada peran yang lebih dominan dalam mendidik anak. Kesetaraan peran akan dilihat dan dirasakan oleh anak sebagai suatu harmoni yang dapat mengasah kecerdasan emosionalnya.
4. Konsistensi Pengasuhan
Disiplin yang konsisten dalam keluarga akan membangun karakter anak untuk mengerti dan bertindak sesuai aturan. Ajarkan aturan sedini mungkin diawali dari rutinitas sederhaana sehari-hari, misalnya berdoa, memberi salam, penggunaan kata maaf, terima kasih dan tolong.
5. Pemahaman Terhadap Kebutuhan Anak
Setiap anak berkembang dengan laju yang berbeda-beda, demikian pula karakteristiknya. Kenali masa penting pertumbuhan dan pengembangan anak. Peralihan dari usia pra sekolah ke usia sekolah, peralahan ke usia remaja merupakan dua masa penting yang memerlukan perhatian ekstra. Dampingi anak melewati masa transisi, berikan fasilitas sesuai tahapan perkembangannya.

Tuesday, June 01, 2010

menanamkan minat baca sejak dini


buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku berarti kita akan mendapatkan pengetahuan dan menambah wawasan. Sayangnya kebiasaan membaca di Indonesia tergolong rendah. Hal ini juga berbanding lurus dengan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih rendah dari Negara-negara tetangga. Akibatnya angka pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Jika saja kebiasaan membaca ini ditanamkan sejak usia dini, mungkin kita tidak akan tertinggal jauh dari Negara Singapura, Malaysia maupun Jepang. Buktinya banyak anak Indonesia yang bias menjuarai olimpiade Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi di tingkat ASEAN, Asia, bahkan tingkat dunia. Jika diteliti bagaimana anak-anak tersebut bisa menjadi pemenang, maka mereka akan menjawab karena mereka banyak berlatih dan membaca buku.
Anak yang suka membaca biasanya akan lebih kreatif, imajinatif, inovatif, cepat tanggap, mudah menerima pelajaran dan lebih focus/konsentrasi. Pada pelajaran Bahasa Indonesia terutama mengarang, anak yang suka membaca akan menghasilkan suatu tulisan yang enak untuk dibaca. Karena membaca berarti melihat susunan kata yang terangkai menjadi kalimat, hingga membentuk suatu paragraph. Dengan membaca, anak akan terlatih konsentrasinya untuk menikmati bacaan yang dipegangnya.
Ada beberapa hal yang bias menyebabkan rendahnya minat baca di Indonesia, antara lain :
 Kurangnya bahan bacaan yang bermutu
 Harga buku yang mahal
 Banyaknya acara tv yang melenakan anak, seperti film kartun, gossip, musik, dll.
 Kurangnya contoh/teladan dari orang tua atau orang-orang yang ada disekitar anak
 Imej buruk di masyarakat bahwa orang yang suka membaca identik dengan kuper (kurang pergaulan), dijuluki kutu buku, jadul, dll
Pada dasarnya minat baca pada anak cukup tinggi. Lihatlah ketika sang bayi diberikan sebuah buku, maka ia sangat antusias untuk memegang, mengambil, meremas bahkan menyobeknya. Seiring dengan bertambahnya usia anak maka minatnya terhadap buku akan semakin besar tergantung dengan arahan sang orang tua. Anak yang belum bisa membaca akan senang sekali ketika orangtuanya membacakan sebuah cerita. Ketika si anak bisa membaca maka dia akan membaca sendiri, apalagi jika buku tersebut berwarna dan bergambar sesuai dengan perkembangan sang anak.
Agar minat baca anak bisa terus ditingkatkan, terpelihara hingga ia dewasa, maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, yaitu :
 Sediakan buku bacaan yang bermutu, menarik minat anak dan sesuai usia si anak
 Sediakan tempat khusus untuk menyimpan buku, agar ketika anak ingin membaca, maka dengan cepat dia bisa mengambil buku yang diinginkannya.
 Sediakan waktu khusus untuk membaca, misal selesai makan malam semua anggota keluarga harus membaca buku minimal 30 menit atau minimal 2 lembar buku.
 Ajak anak untuk mengunjungi perpustakaan, jika kondisi keuangan memungkinkan ajak anak ke toko buku dan biarkan anak memilih buku yang disenanginya
 Buatlah kelompok membaca, agar anak bisa membaca sambil berinteraksi dengan teman sebayanya.
Semoga tulisan ini membawa manfaat, agar kita dan anak-anak penerus bangsa ini gemar membaca, menjadi generasi yang cerdas, maju dalam berfikir, semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Semoga negeri kita tercinta ini dapat bangkit dari keterpurukannya dan bisa berdiri sendiri di atas tanah nusantara tanpa meminta bantuan dari negeri lain.