Friday, November 12, 2010

please... :)

aku tak pandai membacakan ABC untukmu. atau bahkan aku tak mampu..
aku tak pernah belajar sebelumnya. maka tolong, ajari aku..
please..

Monday, November 08, 2010

maaf...

ada. tak ada. tiada...

hening...

Friday, November 05, 2010

mboh kah...

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/05/brk,20101105-289562,id.html

TEMPO Interaktif, Jakarta -Belasan pemimpin serta anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengurusi masalah agama, pendidikan, kesehatan, dan penanganan bencana, kemarin bertolak ke Mekah, Arab Saudi, untuk melakukan pengawasan penyelenggaraan haji tahun ini. Rombongan ini bertambah gemuk lantaran dijejali oleh sanak kerabat para anggota Dewan.

Kunjungan kerja di tengah merebaknya aneka bencana di Tanah Air ini dilakukan untuk mengecek pelayanan haji, seperti pemondokan, katering, transportasi, tindak kriminal, dan mengenai banyaknya calon haji nonkuota yang masih bisa lolos. "Masih banyak manajemen haji yang butuh evaluasi dan perbaikan," kata Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding kemarin.

Rombongan yang berangkat kemarin adalah tim tahap pertama, yang akan bertugas hingga 7 November mendatang. Di sela kunjungan kerja dan evaluasi, rombongan berjumlah total 31 orang itu akan sekalian beribadah umrah di Mekah dan berziarah ke Madinah.
Abdul Kadir tak menyangkal ada sebagian anggota Dewan yang mengajak serta para pendamping atau kerabatnya. Namun, ia memastikan, para pendamping Tim Pengawas tak menggunakan duit negara. "Mereka di luar anggaran," ujarnya.

Wakil Ketua DPR Pramono Anung pun menegaskan hal senada. Kepergian tim itu, dikatakannya, atas persetujuan pemimpin DPR.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Ghafur menambahkan, anggaran kunjungan para anggota Dewan dan kerabatnya itu lepas dari urusan pemerintah. "Tidak pakai layanan haji kami," ujarnya.

Meski begitu, sejumlah kalangan mengecam perilaku para anggota Dewan, yang dianggap tak sensitif terhadap kondisi sebagian rakyat yang tengah dirundung bencana. Sebagian bahkan menganggap kunjungan ini sebagai pemborosan anggaran. "Jika ada yang juga dinikmati keluarga anggota Dewan, ini namanya korupsi," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang. 

RIRIN AGUSTIA | SANDY INDRA PRATAMA | FEBRIYAN | TOMI



Thursday, November 04, 2010

buntu

dulu aku bagian dari mereka. ya mereka... makhluk yang hobi duduk menengadah sambil memegang kelamin sendiri. dikala hari-hari tertentu mereka akan meminum anggur dan memamah A B C D dan seterusnya. tempata favoritku adalah di tengah lapangan tempat mereka biasanya berpesta. ah barangkali aku seharusnya berhenti berkata mereka, tapi menggantinya dengan kata kami.
kami sering mengadakan pesta. setiap bulan purnama kami berkumpul di  tengah lapangan, minum anggur dan bertambul A B C D dan seterusnya. jika beruntung kami bisa menggesek-gesekkan mimpi kami pada rumput sambil berteriak, "dasar kau anjing buduk tak pake celana dalam! untuk apa kau jadi seniman??!!!"

aku merasa seharusnya aku tidak berada disini, atau disana atau bersama mereka. aku ingin, tapi terlalu lelah untuk tertawa. aku tak punya mimpi.  atau barangkali aku juga sudah tak punya kelamin untuk dipegangi. entah kutaruh dimana.

akhir akhir ini, aku hanya berpikir tentang angka  dan sebuah batu. sebuah batu yang menganggap dirinya adalah dewa matahari. ah entah kenapa aku masih berpikir tentangnya. padahal setiap kali selesai aku membayangkannya, esok harinya aku pasti muntah.

tapi bukankah itu sudah menjadi pilihanku?? angka dan batu...