Saturday, March 27, 2010

hidup adalah sebuah persiapan upacara kematian


kapan hari, saat Gus Dur wafat.. begitu banyak umat yang bersedih.. begitu merasa ditinggalkan. aku juga termasuk dari salah satu umat tersebut. sebuah kehilangan besar atas seorang guru bangsa. tokoh yang sangat luar biasa. aku ingat bahkan seorang teman berkata,' sekarang tak akan ada lagi orang besar yang bisa belain kita...' dia berkata sambil menangis. aku tak pernah menangisi seorang yang meninggal. tapi saat Gus Dur meninggal, melihat liputan saat upacara pemakaman aku menangis. semalaman menangisi seorang guru yang tak akan lagi membelaku atas otakku yang sedemikian vulgar atas apapun. ah.. guruku telah pergi.

saat upacara pemakaman yang dilakukan di Jombang tempat seorang Gus Dur dilahiran sungguh membuat trenyuh.. bagaimana seseorang mampu membuat orang lain sebanyak itu membanjiri upacara pemakamannya? bagaimana dalam upacara pemakaman itu mampu membuat tokoh-tokoh besar negeri ini tak layaknya rakyat kecil. berjalan kaki dan saling berebut untuk bisa menyaksikan atau bahkan hadir dalam pemakaman Gus Dur. ada ribuan atau bahkan jutaan orang hadir dalam pemakaman itu. mengucapkan sebuah do'a yang sama walau tak saling kenal.

jadi teringat seorang guru agamaku waktu SD. beliau pernah bilang,' jika jumlah pengantar jenazah sekitar ini sampai ini maka sang jenazah akan masuk surga ini, jika pengantar jenazah sekian itu sampai itu, maka dia akan masuk surga itu..' aku lupa dengan nominalnya. saat itu aku benar-benar berpikir seperti itu. cuman itu. agama dengan ke-mistis-annya.

lately, aku mulai berpikir... essensi dari kalimat itu barangkali adalah... sejauhmana kau hidup adalah sejauhmana orang hadir dalam pemakamanmu. lebih ke arah hubunganmu dengan manusia lain dan sesama ciptaan Tuhan. jika kau meninggal dan tak ada yang merasa kehilangan dirimu, maka bagaimana kau disebut hidup?! sejauhmana kau telah berguna bagi kemanusiaan? bagi sesama? bukan berarti kita membicarakan angka. kalimat guru agamaku itu sebenarnya cukup dalam maknanya. thats agama! terlepas konsep pahala atau dosa.

pahala atau dosa-pun adalah konsep yang ditawarkan seperti layaknya permen pada anak kecil. if u doing good i give u candys... pada dasarnya barangkali semua manusia seperti anak kecil yang selalu meminta hadiah atas hal baik yang telah mereka lakukan. bisakah kau bayangkan kalau seandainya konsep surga dan neraka, atau pahala dan dosa tidak pernah ada?? barangkali kita tidak akan pernah ingat pada Sang Pencipta.

Gus Dur telah hidup! dan beliau telah hidup dengan sangat bagus. hidup dengan bermanfaat..
BAGAIMANA DENGANMU, APAKAH KAU HIDUP??

Thursday, March 25, 2010

melati


Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600-800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan antara lain indol, benzyl, dan livalylacetaat.

Daun dan bunga melati juga terbukti dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kelebihan air susu ibu (ASI), sakit mata, demam, sakit kepada dan sesak nafas.

Melati dikenal dengan berbagai nama seperti Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab), Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda), Malate (Madura) dan Menuh (Bali).

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengambil manfaat melati, antara lain:

* Menghentikan ASI yang keluar berlebihan. Caranya, ambil satu genggam daun melati kemudian bahan tersebut dihaluskan. Kemudian tempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
* Sakit mata (mata merah atau belek). Ambil segenggam daun melati lalu dihaluskan. Tempelkan di dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.
* Bengkak akibat serangan lebah. Ambil satu genggam bunga melati. Remas-remas sampai halus, lalu tempelkan pada bagian tubuh yang disengat lebah.
* Demam dan sakit kepala. Ambil satu genggam daun melati, 10 bunga melati. Kemudian diremas-remas dengan tangan dan direndam dalam air. Gunakan air rendaman sebagai kompres pada dahi.
* Sesak napas. Ambil 20 lembar daun melati dan garam secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Tempel di dada, setiap pagi sebelum mandi.
Sumber : http://republika.co.id/berita/19359.html

Saturday, March 13, 2010

SAMPAH


“Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994). “Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). “Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982) “Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996).

Jenis Sampah
Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai:
Sampah Organik

Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun.
Sampah Anorganik

Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang : PPPGT / VEDC Malang.
Ary Nilandari. 2006. Aku Bisa Menghemat Listrik. Jakarta : Dian Rakyat.
Atasi Defisit Energi Listrik, Indonesia Bisa Gunakan Biomass Sampah Sumber : Media Indonesia (14 Januari 2004).
DKI Perlu Modernisasi Pengolahan Sampah (Republika edisi 18 Agustus 2004),
Sampah Dapat Hasilkan Energi Listrik
(www.energi.lipi.go.id edisi 6 Desember 2004

PALAGAN


------------------- oleh: pangesthi harisaktyono


resah berkalang hujan anak panah
jejak-jejak luka kurusetra menembus cahaya
menjelma muara di tepian belantara

musim dan mayat terkapar
darah dan anyir bercumbu

mata-mata sembilu, kereta yudha dan lolong taraksa
berucap selaksa mantra

gemuruh braja mencabik udara
nafas-nafas ragu tersengal menunggu ajal
antara malam dan kelam
antara putih dan letih
antara mimpi dan api

matahari terseret ke utara
bercakap dengan gelisah, lalu
bersimpuh dalam mimpi yang kekal
antara darah dan marah
antara diam dan dendam

pucuk pinus mencakari langit
sesekali menjura di antara sorai dan luka

:kematian berdiri anggun dalam ladang pertempuran

2009

catatan:
*kurusetra = medan perang dalam cerita baratayudha
*taraksa = srigala
*braja = senjata sakti / halilintar

Saturday, March 06, 2010

durga


apakah bau anyir darah dari pertempuranku mengusik tidurmu, kakak?
adakah suara pedang tiba-tiba menancap di ulu hatimu?
adakah kau terluka?

jika ya...
biar kubabat habis matahari
biar kupenggal mimpiku. dan ku berikan pada setiap lolongan taraksa musim yang biadap ini.

katakan.. katakan.. karna aku kini menjelma durga