Tuesday, December 08, 2009

perempuan dan surga


Perempuan itu datang dengan gontai dari arah lorong gang sempit itu. berjalan sendirian sambil menenteng tas besar yang memang selalu menemaninya. tas itu barangkali sudah seperti lemari baginya. tas besar yang berisi handuk kecil,sikat gigi, bedak, lipstick, pelembab kulit,pelembab bibir, buku bacaan, agenda, alat tulis dan barangkali juga barang-barang yang sudah cukup lama berada disitu tanpa disadarinya. dengan celana jeans belel dan kaos oblong yang mungkin terlalu kekecilan tapi menurutnya cukup seksi. dia melangkah dan berhenti disebuah rumah, menekan bel dan wajah seorang laki-laki muda muncul, melihatnya dari jendela. ” sebentar.. aku ambil kunci dulu.” katanya. kemudian dia menghilang dari kaca jendela itu. perempuan itu hanya memandanginya. tanpa reaksi apa-apa. beberapa detik kemudian terdengar suara gerendel pintu yang kuncinya dibuka. perempuan itu masuk kedalam rumah dan berjalan terus. menaiki tangga tanpa memperdulikan laki-laki tadi yang telah membukakan pintu untuknya. setelah sampai lantai dua dia langsung saja bergegas menuju salah satu kamar yang berada di ujung. laki-laki tadi mengikutinya dari belakang, sepertinya juga tidak memperdulikan kalau perempuan tadi hanya terdiam. perempuan itu mulai meletakkan tasnya di lantai kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. mengambil buku bacaan dan agenda dari tas besarnya, meletaknya di atas tempat tidur kemudian mulai membaca. kelihatan sekali dia gelisah, bahkan dia hanya membolak-balik buku yang dibacanya. laki-laki tadi masuk ke kamar itu juga, melihat perempuan itu dan menanyakan, ” dari mana kamu?”
perempuan itu memandang laki-laki itu dengan tanpa ekspresi, ” kampus….” lalu dia kembali terdiam. karena melihat perempuan itu terdiam dan tak memperdulikannya maka laki-laki itupun beralih dan mengambil ponselnya. menekan-nekan tombol-tombolnya.
cukup lama mereka saling diam. tiba-tiba perempuan itu membuka pembicaraan. ” apakah aku berubah? maksudku dibandingkan dengan pertama kita ketemu…. apakah kau merasakan ada perubahan padaku?”
” kenapa? kenapa tiba-tiba kau menjadi melankolis? kau tak apa-apa? bertemu dengan siapa di kampus sampe membuatmu jadi begini? hehehe…” dengan setengah becanda laki-laki itu menjawab.
” hem…. beberapa anak-anak bilang padaku. aku berubah. menurutmu begitu? jika ya… seperti apa? lebih baik kah or buruk? lebih buruk ya?” dengan nada suara yang tak seberapa yakin dia mau mendengar jawaban laki-laki itu.
dan laki-laki itu menjawab dengan santainya,” ya.. kau memang berubah. menurutku kau berubah tidak lebih baik. kau lebih tak stabil sekarang……. ada apa? pasti ada sesuatu yang membuatmu berpikir begini. ketemu siapa di kampus? hah..?”
tiba-tiba perempuan itu menangis. dia masih di atas tempat tidur tempat laki-laki itu dan hanya menangis. laki-laki itu hanya memandangnya dengan berbagai pertanyaan di otaknya.
kemudian perempuan itu duduk dan menatap laki-laki itu, ” bisakah kita mengeluarkan rahim dari tubuh kita? meskipun kita tahu bahwa nothing wrong with it?”
dengan sedikit tersenyum laki-laki itu menjawab pertanyaan yang baginya lucu,” kenapa? apakah kau ingin supaya tidak hamil? menghindari kehamilan?…hahaha.. apa maksudmu? ati-ati dengan pertanyaanmu itu. aneh-aneh saja!”
laki-laki itu kemudian bangkit dari tempatnya duduk. dia keluar ke kamar mandi. perempuan itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. dia terdiam sebentar, sebuah pisau lipat sudah ada dalam genggamannya. tangannya meraba-raba perutnya. tepat di perut bawah bagian kanan dia menancapkan pisau itu, dia meringis. dengan sekuat tenaga ditariknya pisau itu kembali, kali ini tiba-tiba air mata menetes dari kedua matanya. darah mengalir deras membasahi lantai dan tempat tidur. dengan terlentang ditancapkan pisau yang sama pada perut bawah bagian kiri. kali ini dia menjerit cukup keras. mendengar suara jeritan dari kamarnya laki-laki itu langsung berlari menuju kamar. dia kaget mendapati perempuan itu yang terlentang di atas tempat tidurnya dengan berlumuran darah. “apa yang terjadi? apa yang kau lakukan?..”
” semuanya….. akan baik-baik saja, sekarang aku tak harus membawa surga kemana-mana…. karena aku …… memang tak pantas…. ya, aku memang tak pantas….” kata-kata itu keluar dari mulutnya yang tersenyum lega.



nah ini tulisan saya kurang lebih 9 tahun yang lalu.. ide gila tentang keinginan membuang rahim saya. ya.. ide gila seperti inilah yang sudah hilang dalam otak saya. ah.. kemana ide2 gila itu.. ide-ide gila yang tidak ada kaitannya dengan duit.

No comments: