Friday, February 06, 2009

d dead of d season

hari ini akhirnya aku benar-benar menikmati hujan entah yang ke berapa pada musim kemarauku. hujan ini memberiku ketenangan. kemenangan!
dear my love,
kau tau, eku tlah mati sekitar tiga setengah tahun yang lalu. tubuhku sudah tak lagi kukenali.belatung, ular, kalajengking, bahkan srigala juga ikut mencabik-cabiknya. kemudian melahapnya dengan rakus. kau ingat waktu itu? waktu kau bunuh aku dengan pisau yang entah kau dapat darimana. kau paksa rohku keluar dari ragaku. seketika itu tubuhkupun membiru. sejak saat itu demi setiap bagian tubuhku yang dimakan belatung dan hewan-hewan lain itu, aku bersumpah bahwa kau akan kubunuh. pasti!
3,5 tahun aku mencoba membunuhmu. kukorbankan jiwaku pada iblis-iblis paling jahanam. aku rela menjadi arwah gentayangan, hanya untuk satu tujuan. membunuhmu……ya membunuhmu!
rasa sakit menyelimuti arwahku ketika aku gagal dan gagal lagi untuk membunuhmu. tapi rasa sakit itu semakin parah ketika aku mencoba melupakan usahaku untuk membunuhmu.
oh ya….aku pernah suatau hari berjumpa denganmu, kalau tak salah ketika kau berziarah entah ke kubur siapa. saat itu kau masih saja menenteng pisau itu. pisau yang dengan serta merta kau gunakan untuk membunuhku. pada pertemuan itu, ku berikan kau bau apel busuk yang membiru dan decit ranjang kosong kita. tapi aku masih saja tak sanggup membunuhmu. itu sebabnya kau tancapkan lagi pisau itu ke kuburku.
hari ini aku baru bisa menikmati hujan yang turun dikuburku setelah musim-musim kemarauku yang tak usai-usai.
oh my dear love, aku baru tau ternyata dulu aku sempat hampir membuatmu terbunuh, dulu. ketika kau tinggalkan pisau itu dikuburku….tlah ku bisikkan padanya bahwa kau masih mempunyai sebuah senapan dipunggungmu dan senapan itu adalah senjata andalanmu. rupanya ketika dia kembali kepadamu dan kalian berlatih bersama, dia telah memotong urat nadimu. kau jatuh pingsan bukan saat itu? sebelum akhirnya orang-orang didekat taman itu menolongmu. betapa bodohnya aku karena baru sebulan yang lalu aku tau berita itu, tapi tak apalah karena sampai sekarang masih bisa membuatku tersipu.
seminggu yang lalu, kau berziarah lagi kekuburku. kujamu kau masih dengan apel yang membiru. kusebarkan bau busuk paling busuk disekitar kuburku. itu juga tak cukup membunuhmu.
oh my dear love, forgive me….
hari ini aku baru bisa menikmati hujan. ha..ha..ha… rupanya pisaumu tak suka bau busuk dikuburku..oh malah dia tak suka kau berziarah ke kuburku! dan oh baby…..dia menancapkan dirinya tepat diulu hatimu. bagian yang terburuk adalah aku ta melihat kejadian itu! aku terlalu sibuk membuat bau busuk untukmu.
my dear love, hari ini hujan sungguh tenang. ‘kemenangan!’
kau telah mati. mungkin bukan oleh tanganku tapi setidaknya itu cukup terasa manis untukku. wel….cukup sudah untuk musim ini. kutunggu kau dimusim berikutnya, my love….
ha…ha…ha….

No comments: