Saturday, May 20, 2006

dasar perempuan binal !

yah mumpung sedang nulis blog ya...
saat ini lebih banyak ingin curhat. seperti yang aku ketahui dan banyak orang ketahui aku adalah seorang perempuan. aku hidup sekarang ini dengan komunitasku yang sulit kulepaskan. yaitu komunitas kampus...masih sering berkeliaran di sekitar kampus, bekerja di sekitar kampusku pula, teman-teman yang sama dari jaman masih kuliah...ah sebut saja "kampus syndrom". jujur barangkali aku bukan tipe orang gaul. aku ga suka ke mall (ini alasannya psikologis banget), aku ga suka clubbing (kalo ini alasannya duit banget), aku ga fashionable (duit jg). aku lebih suka nyangkruk bersama-sama beberapa teman di warung kopi, lesehan di trotoar, mengobrol tentang apa saja.
awal mula aku mengidap penyakit cangkruk itu adalah ketika aku bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian aku mencintainya selama 7 tahun. meskipun kemudian dia sudah menikah dan punya anak. eh..aku bisa ngomong begini karena keliatannya sekarang bisa ditertawakan. yah...nyangkruk di warung kopi bersama kawan-kawan teater. saat itu aku belom mengenal jauh tentang mereka sampai suatu saat, they makes fun of me. ah sudahlah untuk kejahatan yang mereka lakukan padaku, aku males membahasnya....biar aku sendiri saja yang masih merencanakan balas dendamku.
tapi anehnya komunitas itu mewariskan frame pemikiran tentang perempuan kepada anak turunnya. hah...menjengkelkan. asyik sih...karena aku sekarang lebih banyak ga peduli..eh salah..kalo mereka ingin nge-jaj aku malah ta buat-buat. hopely they get wat they want. akhir-akhir ini misalnya ternyata mereka dan anak cucunya masih juga mengamatiku jika aku keluar dengan laki-laki mana. for god sick, seharusnya mereka itu paham koncoku iku lanang tok. seng wedok iku loh iso di itung. asssssuuu !...ok menarik nafas dulu...
hahahahaha... aku masih ga abis pikir, yah...yo wes lah..btw tentang kebinalanku, hehehe...sebenarnya ada yang lebih sangar lagi menyebutku...ada seorang mantan teman yang kemudian menjadi musuhku...memfitnahku dengan menggosipkan aku pernah tidur dengan banyak laki-laki. hahahaha...awal sih marah banget ketika mendengarnya, kemudian akhirnya aku berpikir...asyik...hebat nih aku pernah tidur dengan banyak orang with nothing to lose. sip, hebatkan?! yah..itulah crita tentang isu kebinalanku. ah sudah lah...aku mo pulang.
first time of wat?

.....semalam diantara bibirnya dan bibirku. muncul sesosok bayangan.....
aku selalu sedih dan muak dengan gairah masa lalu.
aku selalu setia padamu cynara! dengan caraku sendiri

Friday, May 19, 2006

rossie

silahkan panggil aku rosie atau ros saja. dan aku seorang perempuan. ah..kini aku berada di sebuah kota kecil penuh dengan rak-rak buku. entah kenapa aku sampai disini, nenek mengantarku sampai ke kota ini untuk sebuah proses dalam hidupku. ketika aku menginjakkan kaki di gerbang kota ini, ia langsung saja meninggalkanku.
baru semalam aku berada disini, tapi mayat-mayat hidup di setiap ujung gang kota ini bilang, bahwa aku telah berada disin sejak pohon jambu di depan rumahku tumbang. itu berarti sejak aku dilahirkan?! aku tak mempercayai mereka. barangkali mereka tak tau tentang waktu karena mereka hanyalah mayat-mayat hidup. ya...kota ini dipenuhi oleh mayat-mayat hidup. semua rumah dalam kota ini selalu tertutup dengan kain besar, kain itu berwarna-warni. ada juga orang-orang bercadar yang menghuni kota ini, anehnya meskipun mereka bercadar..mereka telanjang tak peduli apakah itu perempuan, anak-anak atau laki-laki. aku sering bertanya sebenarnya mengapa mereka memakai cadar jika telanjang? jika itu untuk melindungi dari sinar matahari kenapa mereka telanjang, ya ampun .... kota ini bahkan tidak panas. apakah mereka mengidap semacam alergi terhadap debu. emm....barangkali memang demikian, tapi disini juga ta ada debu. ah...entahlah.
sepanjang siang ini aku berjalan-jalan menikmati pemandangan kota. setelah setengah jam berjalan ke arah tengah kota kudapati sebuah taman. taman ini cukup indah dan banyak mayat-mayat hidup itu berkumpul di tengah taman. mengelilingi sebuah pohon kamboja besar. mereka menjerit bersaut-sautan kemudian memasukkan daun kamboja kering kedalam dadanya, kemudian mereka menjerit-jerit lagi. sungguh suatu hal yang sulit kumengerti.
satu tahun sudah aku berada di kota ini dan aku mulai terbiasa menyukainya. aku mulai menyukai mayat-mayat itu, orang-orang bercadar tapi telanjang itu..dan tentu saja aku juga mulai menyukai taman kota ini dengan segala mysterinya. sekaligus rak buku yang selalu menarik perhatianku barangkali karena inilah nenekku mengirimku kemari...buku-buku itu. nenekku, beberapa hari ini aku teringat dengannya sejak sebuah poto hitam putih bergambar bunda dan pohon jambu tumbang mengetuk jendala kamarku. mengingatku akan masa lalu juga tentang awal mula perbedaan laki-laki dan perempuan.

Friday, May 05, 2006


kurindu nabi,

bagaimana kabarmu nabi? aku sungguh merindukanmu. sudah lama rasanya kita ta pernah bertemu, sejak kuberikan tumpukan rasaku berupa kitab yang aku bahkan tak percaya aku bisa membuatnya untukmu. masih kuingat dengan jelas bagaimana ku bilang padamu bagiamana aku mencintaimu. dan bagaimana kau hanya bilang "terima kasih" saat itu. barangkali kau satu-satunya orang yang mampu membuatku mengungkapkan rasaku tanpa malu, tanpa merasa kalah. ah.... aku rindu merokok denganmu. aku rindu minum kopi denganmu. aku rindu tatapan itu....tata bahasa itu. aku sungguh merindukanmu.
keisengan membujukku untuk menuliskan namaku di situs seach google. kutekan enter dan muncul sedikit berita telat jaman 2 tahun yang lalu. ketika kau masih menangani masalah pengungsian.

"Di area relokasi pengungsi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Wawan Probo Sulistyo, seorang staf lapangan JRS Medan, memberi pelatihan berkala kepada anak-anak. "Mereka sungguh-sungguh menyukainya," katanya, "setiap kali saya datang ke kamp, mereka meminta saya untuk mengajari sesuatu. Dan, percaya atau tidak, mereka pun meminta saya untuk memberi PR. Sementara PR merupakan tugas yang tidak favorit bagi anak-anak maupun kaum muda di Indonesia, anak-anak korban konflik tersebut justru menyadari betapa pentingnya sekolah. Mereka pun tampak sangat ingin meneruskan hidup mereka dan melanjutkan upaya mewujudkan impian masa depan yang akan mereka raih suatu kali. Banyak hal yang tidak bisa dipercaya terjadi."


AKU MERINDUKANMU, SUNGGUH !! dan kau belom slesai membaptisku.....