Friday, April 14, 2006

ziarah

Martiros_1650_1sebuah pertemuan antara aku dan seorang teman terjadi di dunia baru yang menakutkan. ah aku bahkan ta tau dia seorang teman atau bukan, karna begitu seringnya aku menaruh curiga pada setiap apapun yang dilakukannya dengan mengatas namakan kecerdasan,rasa ingin tau dan tentu saja dewa dari semua itu, kerinduan.kukira ia juga bersikap sepertiku. tapi biar saja kali ini dia menjadi temanku, meskipun itu teman untuk belajar memaki diri sendiri.
yah dia temanku, suatu malam yang entah aku datang dengan memasung tanganku. dia sendiri saat itu, dalam ruangan yang bahkan aku tak tau itu ruangan apa. sebuah kotak dengan banyak lampu sehingga menimbulkan efek seperti siang. mmm...ternyata itu yang memang ia inginkan. ia ingin membawa matahari selalu dalam kehidupannya. aku melihatnya sedang asyik dengan kepalanya. di cukurnya kepala itu, dicuci, kemudian dibedaki. aneh...bagaimana seseorang bisa asyik dengan kepala mereka sampai ta menyadari orang lain berada disekitarnya. demi tuhan aku bahkan menari di depannya.
" apa yang kau lakukan? ta sadarkah kau bahwa aku sudah disini sejak tadi? dengan tangan kupasung dan aku bersimbah darah. darahku...dan aku hampir mati karenanya.. sedang kau bagaimana kau begitu asyik dengan kepalamu. bukankah kepala itu akan tetap seperti meskipun ia kau bakar sekalipun?" tanyaku dengan sangat kesal karena ta dipedulikannya
"seorang perempuan memasung tangan sendiri, bersimbah darah sendiri, menari di tengah malam.....apa yang kau cari?" jawabnya masih juga asyik dengan kepalanya.
kontan saja aku berhenti menari, kucabut paku dari kayu yang memasungku. aku jingkrak-jingkrak di depannya. tak sabar karena dia juga masih asyik dengan kepalanya akhirnya kurebut kepalanya dan kubuang ke tempat sampah. kepala itu menatapku, matanya nanar...kurasa ia ingin menangis waktu itu.tapi toh aku masih saja berdarah.
" tuan, aku adalah malam. kubagikan gelap kemana-mana. dan kutawarkan pada setiap anjing yang melolong sebagai campuran teh mereka. sambil berdo'a tentang hilangnya surga diawal oktober ..."
dalam tempat sampah, ia hanya berkata," ketika peziarah merengkuh gelap. ia telah mengerti arah dan matahari. ia adalah penguasa waktu."
apa maksutnya, apakah aku ta cukup seperti mayat untuknya? apakah ia tak tahu tak ada langit dikepalaku apalagi matahari atau apapun yang disebut waktu. aku hanya perempuan yang kehilangan surga dan rindu akan adanya kerinduan. dan tak ada jawaban atas nama kerinduan dimatanya. kukemasi diri sendiri dalam diam aku mencaci," aku sampai entah dimana....berputar-putar dalam labirin. perziarahan ini telah jadi kubur untukku."

April 02, 2006

No comments: