Sunday, April 30, 2006


respect


"respect is absolutely essensial. in the sex that you have, treat your partner like a real person who, like you, has real feelings __feelings that matter as much as your own. you may or may not love__but you must always respect. you must respect the integrity of your partner's body. it is not yours for the taking. it belongs to someone real. and you do not get ownership of your partner's body just because you are having sex__or just because you have had sex". (John Stoltenberg)

Friday, April 14, 2006

aku ta sudi memberi judul

surat itu datang padaku. seperti anak kecil yang lugu...ia melompat-lompat kegirangan ketika kurangkul, hampir saja terlepas dari tanganku. surat itu begitu wangi, barangkali itu juga yang menarik perhatianku dan sungguh bukan karena warnanya yang bagus. aku melihatnya pertama kali ketika kami sedang bersama dengan bintang-bintang rak buku di sebuah trotoar malam. ia begitu pendiam tak seperti yang lain yang selalu mencolok seperti buku. ia hanyalah sebuah surat dengan beberapa lembar tulisan tinta warna merah seakan-akan melarangku untuk mendekatinya. toh akhirnya kudekati dia, kemudian menyapanya dengan sebuah bayangan ibu dalam genggamanku. ia langsung saja menerimanya...terpana dan mulai membauiku. tapi sungguh saat itu aku hanya ingin ingin menyapanya. tak ada maksud tertentu. setelah kejadian di trotoar itu aku menghilang begitu saja.

perjumpaan kembali muncul ketika ia memasuki sebuah gudang tempat sayap-sayapku berkumpul. gudang itu juga biasa kujadikan tempat peristirahatan dan tempat belajar mengenal arti sebuah senyuman masam. setelah aku tau ternyata dia berniat bergabung dengan sayap-sayapku di gudang itu. aku pun menyambutnya dengan sedikit senyum masam yang belum kumengerti. ia kemudian akrab dengan sayap-sayapku. yah akhirnya pun kami jadi lebih akrab dari sebelumnya, tapi masih belum bisa dikatakan akrab. emmm...sebenarnya aku tidak terlalu menyukainya saat itu. tapi sudah kebiasaan aku ta pernah bisa menolak sebuah tulisan yang ada didepanku. barangkali kesalahanku karena suka membaca catatan orang lain, sampai suatu ketika aku ta sengaja menghapalkan tulisan pada surat itu.

aku tak tau sejak kapan permusuhan itu dimulai, tapi aku memahami bahwa kita semua memang selalu ingin berperang bukan? begitu juga dengannya. setelah sebelumnya kami saling bercerita tentang ranjang dalam gudang dan juga ranjang-ranjang masa lalunya. bahkan kami sering sarapan pagi bareng. tiba-tiba dia muncul hari itu sambil mengencingi sudut-sudut ranjangnya, ketika aku bahkan tak ada niatan untuk menidurinya. malam-malBluered_hair_1am setelah itu, kami sibuk dengan obrolan tentang dada " ini dadaku, mana dadamu?!" katanya. agh...barangkali aku yang selalu lupa kutaruh mana dadaku, itu sebabnya aku tak pernah menunjukkan dadaku. dan ya aku memang kalah, mari kita mengenangnya sebagai malam tanpa gairah. baru berapa hari yang lalu akhirnya aku bertemu dengannya. ehm...kurasa dia keliatan lebih kurus. beberapa kalimat dengan tinta merah yang seakan-akan melarangku untuk mendekatinya hilang. berganti dengan warna yang aku bahkan tak tau bagaimana mendeskripsikannya. kukira dia cukup ramah. barangkali aku menikmatinya dengan berlebih tapi itu bukan berarti perang sudah kehilangan maknanya. ah sudahlah...aku sudah kehabisan pasir sebagai penunjuk waktu. aku harus pulang.

April 12, 2006 |


mantenan

seorang teman menikah kemarin... sebuah undangan te lah kuterima kira-kira beberapa minggu yang lalu, setibanya aku dari jogja. masih bersyukur karena dia masih mengundangku, berarti khan dia masih menganggapku temannya (ga tau lagi kalo yang diundang adalah orang-orang yang dibenci dan dimusuhinya...mungkin ga sih kaya' gitu?). well pokoke acara itu kudatangi dengan berbagai macam kerepotan, antara lain pengaturan jadwal, pengaturan harus bawa apa kesana (duit ato barang). akhirnya bujukrayu dengan agak memaksa kulontarkan pada seorang teman agar menggantikan pekerjaanku. aku datang ke pesta itu, pake pakaian yang awalnya kukira cukup bagus alias masih baru, anting-anting panjang, celana jeans hitam (i luv celana jeans), juga sepatu sendal 7cm, makeup cukup, rambut pendek terurai, wangi....sangat cukup. perfect ! bertemu dengan teman-teman, sepakat berangkat bareng. damn ! baju yang kukira lumayan itu, ternyata juga lumayan menarik perhatian. karena baju itu berlengan pendek hampir tidak berlengan, bisa disebut dengan istilah "u can see my ketiak" sedang hampir semua perempuan disana berkebaya or berjilbab. hahaha...dasar anik,..ya..nyante aja lah. lah wong aku berangkat itu dengan kepercayaan bahwa "aku cantik" jelas tak mau tergoyahkan. aku memang cantik !
pertama kali memasuki gerbang dan memasuki pagar2. pagar pertama adalah barisan laki-laki dengan blangkon, barisan yang kedua adalah barisan perempuan pake kebaya dan berjilbab. mereka semua serba merah. pagar itu melihatku dengan seksama, dan sepertinya juga rasa tertarik...karena tentu saja aku dengan kostumku yang jadi perhatian. fiuh..! barangkali mereka berpikir aku perempuan binal teman dari mempelai yang mana nih..hahahaha aku masih melenggang dengan percaya diri yang berlebih. ga ngurus! tuing....aku terpana ketika kulihat sahabatku berdiri didepan bersanding seorang perempuan yang kukenal. dia tertawa padaku, teringat aku pada janjinya untuk ketemu kemarin siang sebelum dia jadi manten. dia tidak memenuhi janji itu. aku ikut dalam barisan panjang yang mengantri untuk memberikan ucapan slamat atas apa tahapan yang sedang ditempuhnya. aku menyalaminya juga, bukan karena aku memahami tahapan yang sedang dijalani, ato alasan dari ia memilih untuk mencapai tahapan itu. tapi aku menyalaminya karena ia tampak bahagia dan aku tau tahapan ini benar2 ada diotaknya selama beberapa bulan terakhir.
aku kemudian bergabung dengan teman-teman yang datang lebih dulu. menghambur mencari minuman, karena aku tak tertarik untuk makan. seorang teman yang berangkat bareng aku, kutemukan sudah makan untuk yang kedua kalinya. barangkali dia tak mau rugi atas uang/barang yang dikeluarkannya atas pernikahan ini (hahahaha...semoga dia baca blog ini). bertemu kawan-kawan lama (alias wong2 tuek) ngobrol sambil berdiri, tertawa, gojlok2an. akhirnya disepakati aku harus cari tempat duduk dengan cepat ato aku harus cepat pulang. kakiku pegel, karena ta biasa pake sepatu sendal dengan ber"hak" lumayan tinggi. aku mimiLIh pulang dengan cepat. jadi langsung aja kuminta pada sang pengantin untuk masuki acara berikutnya bagiku yaitu "photo2an". kuseret beberapa teman untuk photo bareng denganku. aku sukses, beberapa temen photo barengku. setelah photo2an maka acara berikutnya adalah berebut untuk nyolong kembang melati yang ada pada pengantin. terutama penganten pria, yah...aku ga pake brebut untuk nyolong, lah wong aku langsung diberi oleh pengantin pria, melalui tangan kanannya sambil berkata "ta ke'i koen. aku yakin koen ga mungkin berkehendak apalagi menyelewengkan maknanya." hahahahaha...syetan! itu tidak adil, ritual itu baru akan manjur kalo aku nyolong, bukan dikasih...dan kata-kata itu...hahahaha, dobol ! tapi toh aku menerima pemberian sahabatku itu. setelah photo2an aku pergi juga, kembali ke temanku yang sudah menggantikan pekerjaanku untuk sementara. malam masih juga gerimis, kuambil hp-ku, menulis beberapa kata "bener khan omonganku. rabi2 koen ambe' iin iku. pokoke selamat menghadapi masalah. seng ati2." kutekan send, tertuju untuk sahabatku yang sedang berbahagia. pesanku "SELALU WASPADA KAWAN!"

ziarah

Martiros_1650_1sebuah pertemuan antara aku dan seorang teman terjadi di dunia baru yang menakutkan. ah aku bahkan ta tau dia seorang teman atau bukan, karna begitu seringnya aku menaruh curiga pada setiap apapun yang dilakukannya dengan mengatas namakan kecerdasan,rasa ingin tau dan tentu saja dewa dari semua itu, kerinduan.kukira ia juga bersikap sepertiku. tapi biar saja kali ini dia menjadi temanku, meskipun itu teman untuk belajar memaki diri sendiri.
yah dia temanku, suatu malam yang entah aku datang dengan memasung tanganku. dia sendiri saat itu, dalam ruangan yang bahkan aku tak tau itu ruangan apa. sebuah kotak dengan banyak lampu sehingga menimbulkan efek seperti siang. mmm...ternyata itu yang memang ia inginkan. ia ingin membawa matahari selalu dalam kehidupannya. aku melihatnya sedang asyik dengan kepalanya. di cukurnya kepala itu, dicuci, kemudian dibedaki. aneh...bagaimana seseorang bisa asyik dengan kepala mereka sampai ta menyadari orang lain berada disekitarnya. demi tuhan aku bahkan menari di depannya.
" apa yang kau lakukan? ta sadarkah kau bahwa aku sudah disini sejak tadi? dengan tangan kupasung dan aku bersimbah darah. darahku...dan aku hampir mati karenanya.. sedang kau bagaimana kau begitu asyik dengan kepalamu. bukankah kepala itu akan tetap seperti meskipun ia kau bakar sekalipun?" tanyaku dengan sangat kesal karena ta dipedulikannya
"seorang perempuan memasung tangan sendiri, bersimbah darah sendiri, menari di tengah malam.....apa yang kau cari?" jawabnya masih juga asyik dengan kepalanya.
kontan saja aku berhenti menari, kucabut paku dari kayu yang memasungku. aku jingkrak-jingkrak di depannya. tak sabar karena dia juga masih asyik dengan kepalanya akhirnya kurebut kepalanya dan kubuang ke tempat sampah. kepala itu menatapku, matanya nanar...kurasa ia ingin menangis waktu itu.tapi toh aku masih saja berdarah.
" tuan, aku adalah malam. kubagikan gelap kemana-mana. dan kutawarkan pada setiap anjing yang melolong sebagai campuran teh mereka. sambil berdo'a tentang hilangnya surga diawal oktober ..."
dalam tempat sampah, ia hanya berkata," ketika peziarah merengkuh gelap. ia telah mengerti arah dan matahari. ia adalah penguasa waktu."
apa maksutnya, apakah aku ta cukup seperti mayat untuknya? apakah ia tak tahu tak ada langit dikepalaku apalagi matahari atau apapun yang disebut waktu. aku hanya perempuan yang kehilangan surga dan rindu akan adanya kerinduan. dan tak ada jawaban atas nama kerinduan dimatanya. kukemasi diri sendiri dalam diam aku mencaci," aku sampai entah dimana....berputar-putar dalam labirin. perziarahan ini telah jadi kubur untukku."

April 02, 2006

puisi yang panjang

ada banyak cara untuk menulis ato ditulis. dalam sebuah dunia kabutpun, aku peroleh iramanya. dengarkan suaranya...

x: r u ther?
y: sudah selesai kerjaanmu?
x: sudah....
x: tapi aku ga bisa lama
y: lega rasanya, tau kau aktif lagi
y: lhah?!
y: knp bgitu?
x: ya...karena router akan dimatikan
y: ada janjian?
x: jadi ga bisa buat ngenet
y: oh
y: brp menit?
x: belom tau...
y: lalu kau mau berangkat tidur?
x: lebih baik kita maanfaatkan waktu yg ada
y: ok
x: aku sungguh ingin mendengar suaramu
y: knp to?
x: sudah lah...
x: kita ngobrol yg lain saja...
y: so, kau mau off skrg?
x: belom..
x: aku masih ingin ngobrol dg mu
y: kau ada tawaran apa yg menarik dibicarakan?
x: tidak...
x: kau?
y: eh blh tny sesuatu?
x: ya?
y: knp kau tulis di profil FSmu, kau sdh menikah
x: hahahaha.....
y: kau memang pernah menikah?
x: tidak...itu hanya iseng saja...
x: sebenarnya lebih pada aku ingin mengetahui komentar
temen2
y: koe seneng sajake iseng yo?
y: teman2mu?
y: knp bgitu?
x: aku menikmati ketika temen melontarkan kata2 tidak
percaya...intinya aku suka iseng...
x: bukan bermaksut serius sih..
y: (si)apa sj yg suka kau isengi?
x: kebanyakn semua temanku...
x: pernah kuisengi
x: apakah kau ingin kuisengi?
x: :D
y: laki2? perempuan?
x: kebanyakan laki2
x: kalo perempuan aku lebih suka menggoda mereka
y: wah..wah...wah menarik jg
y: bgm cara kau mngisengi laki2?
x: aku tidak ingat....
x: terlalu banyak mungkin...
y: hahaha
x: aku org yng lumayan ngawur
x: :D
y: maksudmu ngawur?
x: kurang peduli dengan etika sosial kali...
x: :D
x: seperti.......aku punya banyak temen co...aku biasa dolan
ke kost2an mereka....
x: suatu hari ada seorang perempuan ce dari salah seorang
temenku..datang ke kosan itu dan stay sampai jam 8 malam tapi sama ibu
kosannya di sindir...disuruh pulang
x: jam 8 malam.....sedang aku beberapa kali datang ke kosan
itu jam 10 lewat...
x: dan ta pernah kena sindir.....
x: r u ther?Eric2
y: kau sdg apa?
x: sori...
x: router diretart
y: knp?
x: restart
x: jadi ilang...
y: ada byk obrolan yg hrs kau tanggapi?
x: ga...
x: aku dari tadi ngobrol dgnmu
x: ternyata routernya di restart.....
x: jadi off...
x: kmu masih ada
x: ?
y: ros, kau berjilbab?
x: tidak
x: knp?
y: msh
y: takEric1 hny tanya sj
x: kau lebih suka aku berjilbab?
y: tidak
y: mungkin malah lebih suka jika...,
y: ah tidak
x: apa?
y: ga
y: cuma mau iseng sj
x: kau lebih suka aku jika apa?
y: jika bertemu dan bisa ngobrol
y: merokok, mungkin minum
x: aku suka itu...
y: smp tak bisa ngapa-ngapain
x: aku kalo mabuk kata temen2ku aku suka ngomel
x: :D
x: dulu lebih banyak ngomel soal tuhan
x: tidak tau sekarang
y: wah terlihat aslinya ya?!
y: kalu aku, kata teman jadi lebih pendiam
y: lbh2 jika yg dipakai ganja
x: hahahaha....bisa dibilang aku jarang menggunakan cimenk
x: hanya 2 kali mungkin
x: yang pertama siang hari...karena ingin mencoba...
y: aku sendri tak sering
x: yang kedua karena suasana malam yng indah...
x: sambil terlentang dilapangan dan melihat bulan purnama
y: indah spt apa?
y: ohya?
x: barangkali kita perlu mencobanya...
x: :D
y: dg siapa?
x: dengan temanku
y: agak sulit cari ganja skrg
x: ya...
y: bbrp teman, hampir semua tertangkap
x: temanku yg biasa bawa sudah tidak pernah lagi
x: hahaha...
y: krn kau sdh jarang bertemu dia lagi?
y: sjk setahun lalu?
y: hahhaha
x: bukan
y: aku hny menggoda
x: apakah yg kau maksutkan "my only love"?
y: iya
y: wah sangar tenan penyebutanmu?
y: lantas yg lain kau anggap (si)apa; dan mungkin yg bakal
menjelang?
x: hahahaha......... bukan....aku biasa menyebutnya
kakang(setidaknya dalam setiap puisiku)
y: knp bisa begitu?
x: aku menggunakan istilah itu karena kau pasti langsung
paham
x: barangkali karena rasanya nyaman...
x: tak lebih dari itu
y: tak tergantikan ya?!
x: belom...
x: aku masih berharap suatu hari akan terganti..
y: wah agak susah bagi yg mjd love-mu berikutnya nanti
x: barangkali tidak
y: knp bgitu?
x: tapi bukankah mencintai seseorang itu masing2 punya rasa
yg berbeda?
y: bisa jadi
x: barangkali dg kakangku aku merasakan untuk yg pertama
kalinya
x: jadi tak mudah dilupakan
y: apakah seperti mengulum (rasa) permen yg berbeda?!
y: first time u/ apa?
x: jatuh cinta
y: kalu mnurutmu, spt apa jatuh cinta?!
x: seperti istilahnya "jatuh" cinta
x: jadi sakit
x: :D
y: spt (si)apa?
y: duh sumeh mbak'e ini
x: aku tak bisa menjelaskannya
x: barangkali aku hanya bisa merasa
y: mmmm....
x: adakah org yg dekat denganmu saat ini?
x: berkaitan dg urusan personal
x: dan feeling
y: knp/
y: KNP?
x: aku sudah menjelaskan tentang kakangku sedemikian rupa...
x: apakah aku salah jika aku juga ingin mendengar kasus yng
sama dari mu?
y: ttg apa?
x: apa yg bisa kau jelaskan?
y: kasus jatuh cinta?
x: boleh..
y: atau dijatuhi cinta?
x: 5 menit lagi barangkali aku off
y: hei aku bs tny?
x: kau tidak menjawab pertanyaanku
y: kira-kira jika kita bisa bertemu, apa yg bakal bisa dan
kau-aku mau lakukan?
y: aku sebtulnya, tak percaya pada anggapan ttg cinta, dst
y: bs jadi aku pernah alami
y: hny itu seperti lintasan kilat; bahkan bergurat pun tidak
y: bisa temukan guratan kilat?
x: :D
x: eh....kalo aku menyodorkan alamat blogsku
x: sudikah kau membacanya?
y: knp?
y: ttg kisah dirimu?
x: http://taekucieng.blogs.friendster.com
x: ya...
y: knp kau tak ceritakan sendiri?
y: untung ya, kita tak tinggal satu kota
x: kenapa?
y: jika satu kota, mungkin aku sudah menculikmu dan mengajakmu
ngbrol semalaman
x: bagaimana kalo aku besok ke kotamu?
x: apakah kau bisa menemuiku?
y: bsk kapan?
y: bsk kpn?
x: senin pagi ini..........
y: berarti kau sampai kotaku senin sore?
x: ah.....tentu saja aku ta bisa...
x: maaf...
y: knp kau memilih besok?
y: tuh kan...
x: kakangku katanya akan kekotaku
x: aku sudah membuatkan datang hari ini..
y: ah
y: apa yg bakal kalian adakan?
x: paling juga ngobrol
y: apakah kakangmu bkn org kotamu?
x: bukan
x: dia org kota tua
x: istri dan anak lanangnya ada dikota kreta
y: orang mana dia?
y: lhah?! kapan ia bertemu istri-anaknya
x: kota tua.....masih dijatim
y: apakah jg seperti saat menemuimu?
x: barangkali setiap sabtu sampai minggu
y: ya, aku tau
y: tp itu ckp jauyh dari kota kreta
x: tidak....
x: aku belom pernah bertemu dgnnya sejak 1 tahun yg lalu
y: wah kurasa bakal seru perjumpaanmu
y: slmt berjumpa,
y: selamat bersenang2
x: bersenang2.....
x: aku sedikit ragu dengan kata2 itu
y: apa yg kau tangkap dari kata itu?
y: kurasa, ada sekian alasan u/ bersenang2 rayakan perjumpaan
x: ngobrol dengan dia dan bertemu dengannya
x: bisa jadi akan menimbulkan rasa sakit...
y: lhah?!
x: jadi aku ragu akankan ada kata bersenang2
y: kok malah sakit to?
y: jika sakit, knp malah ingin bertemu? bknkh kau kmrn bilang,
sekarang bisa ditertawakan?!
x: ya bisa ditertawakan jika tak ketemu
x: kalo bertemu...aku ta bisa memastikan apa2
y: tertawa sj
x: tapi memang dia pernah menjadi teman ngobrol dan temen
iseng yg asyik
y: tersenyum2 jg
y: lama tak bertemu, adanya kerinduan
y: tuh kan
y: akui sj dan alami yg bakal terjadi
y: tak baik memepat apa yg dirasa, diinginkan; kata orang bisa
gampang stroke
x: oh ya?
y: kalau toh yg diinginkan bersenang2, ya bersenang2lah
x: apakah kau keberatan jika kita off?
y: knp spt tak percaya?
x: maksutku...aku harus tidur
y: jika kau mau off, silahkan
y: ya
y: istirahatlah
x: sebenarnya aku masih ingin ngobrol dgnmu
y: jika kau butuh istirahat
y: kurasa kau lebih butuh tidur
y: ketimbang ngobrol dgku
x: aku ta tau itu
y: toh bisa "tutuk" ngobrol jika kau bisa sampai di kotaku
y: knp tak tau?
x: aku tak tau aku lebih butuh tidur ato lebih butuh ngobrol
dgnmu
x: senang rasany bisa ngobrol dgnmu
y: lha bukankah kau sudah memilih mau tidur?
y: aku juga
y: meski seperti mirip tak orgasm
y: tapi tak apa jika kau mau off
y: kau sdh off?
x: kau membuatku merinding
y: bgm bisa?
x: tidak tau...ato barangkali karna di gedung ini aku
hanya sendiri...
x: bersama 25 komputer...
y: wah merinding pada (si)apa?
x: 15
x: hahahaha....
x: aku ta tau..
y: lho yg 10 kemana?
x: salah ketik
x: :D
y: lantas knp merinding?
y: sepi banget....
y: kau percaya setan?
y: sebangsa makhluk halus?
y: sayangnya aku tidak
y: aku memilih tidak terlibat pada dunia macam itu
x: hahahahaha.....
y: ku yakin yg bisa membuat merinding justru manusia yg bisa
menyentuh
y: dan tersentuh
x: aku setuju kalo soal itu
y: ohya?
y: kok kita seperti memiliki banyak jenis kemiripan kesukaan
to?
y: wah kau kutanyai terus, malah tak jadi tidur
y: tidur...tidurlah...
x: gpp
x: aku malah baru saja mengambil makanan
y: wah, makan apa?
y: ga takut gendut makan sebegini malam?
x: aku ta tau kamu suka apa tidak...
x: gendut?
x: badanku kurus sekali...
y: mie?
x: dan aku belom pernah mengalami kegemukan selama hidupku
y: pantas kau bilang pantatmu mulai berkerut.... rupanya
tambah kurus ya?!
x: jadi kurasa aku akan baik2 saja
x: hahahaha....
x: kau mengingatnya
y: aku jarang bisa lupa
y: kadang jarang bisa lupa itu tak mengenakkan juga
x: benar
x: seperti beberapa hal/peristiwa yang menurut kita lebih
baik dilupakan.....dan tak bisa
y: hei, kau bikin pengakuan ya?
y: :D
x: bukan.....aku yakin semua org pernah mengalaminya...
x: bukankah kau juga?
y: ya
y: eh ros, jika kita berhasil bertemu nanti, apa yg kira-kira
kau inginkan dari perjumpaan itu?
y: atau kau bayangkan?
y: yg kau bayangkan, maksudnya..
x: obrolan...
y: apa sj yg kira2 mau dan bisa diobrolkan?
x: apa saja
x: sedang kau. apa yg kau inginkan?
y: termasuk yg seru dan saru?
x: itu boleh juga
x: apa yg kau inginkan?
x: jika kita berjumpa?
y: tahukah kau, kau menggairahkan?!
y: obrolan
y: obrolan, yg tak terbitkan rasa bosan
y: rasa kantuk
x: menggairahkan?!
y: rasa jengah
x: seperti apa?
y: sebab, kurasa kita bisa kopi jika mengantuk
y: kau pernah membaui aroma tanah basah saat-saat awal hujan?
x: kurasa aku ta pernah mengamatinya
x: apakah itu menggairahkan?
y: kau ingat saat-saat pertama air jatuh di tubuhmu, saat kau
mandi pagi?
y: menyelip di antara ketiak, sela pantat, melewati dada dan
punggung?
y: kau pernah rasai gerak air di tubuhmu saat pagi hari
y: kurasa spt itu saat2 yg menggairahkan
y: saat sesuatu/situasi, seperti memantik kita menuju arah yg
entah
y: yg takk tertebak, tak terduga-duga
y: apa aku sdh jawab pertanyaanmu?
y: atau lebih asik makananmu?
y: kau makan mie atau makanan ringan?
x: barangkali......kau juga menggairahkan
y: cuma barangkali to?
x: ngobrol denganmu seperti membaca puisi panjang...
y: kau menyindir?
x: dengan segala estetikanya
x: dengan segala...rimanya
x: dengan setiap hentakan nafasnya...
x: kau bahkan mampu membuatku tercekat...
x: kagum....
x: menggairahkan
y: aku tak pernah berniat mencekikmu
y: jika toh, bisa menyentuhmu, kuyakin bukan mencengkik yg
kulakukan
y: bukan mencekik..
y: lantas apa yg membuatmu tercekat?
y: toh aku tak mengejutkanmu...
y: so, bernapaslah dg lega
y: aku tak berniat menyakitimu, tak membuatmu tak leluasa,
bahkan mencelakai
x: apakah kau pernah merasakan detak jantung keras....karena
kita bertemu seseorang yg kita suka?
y: so, santailah
x: apakah kau pernah merasakan tangis yg tak bisa keluar dan
hanya membuat kita diam...
y: sepertinya, yg pertama, pernah
x: sampai kita susah bernafas
y: yg kedua, saat aku jumpai ibuku, setelah 18 jam ia
meninggal
x: apakah kau pernah mendengar desahan org lain ketika kita
bercinta dengannya?
y: sayang, pasangan bercintaku dulu, tak pernah terdengar
mendesah
x: sayang...
y: saat kutanyai, knp ia tak mendesah
y: ia malah bilang, aku ingin denagr kau mendesah
y: lucu to?!
x: jika aku bercinta denganmu.....aku akan mendesah untukmu
y: ah, bgm jika aku betulan berhasrat bercinta denganmu?
x: kau kira aku tidak berhasrat bercinta denganmu?
x: bahkan saat ini....aku berhasrat bercinta denganmu
y: sejak saat pertama, aku bilang bergidik, kuyakin kau
menggairahkan, memantik hasrat yg entah, asing tapi serasa dekat...
y: ....kurasa, aku lebih dari sekedar berhasrat
y: kalau sj jarak kotamu-kotaku, sama seperti kota tetanggaku-kotaku, kau sudah kudatangi
y: kuhampiri kau dg sejumlah hasrat, gairah
x: ehmmm.........
y: yg tak semuanya, bisa kukenali
y: bisa apa sekarang, dg hasrat dan gairah itu?!
x: kau membuatku tambah merinding...
y: aku hny cemas, itu justru bikin kau nantinya, enggan bahkan
batalkan ke kotaku u/ dolan2, dan bisa jd bertemu denganku
x: rasanya tidak....
x: aku bener ingin bertemu denganmu...
y: smg hasrat dan gairah itu, tak bikin kekacauan, jika
nantinya kita bakal bertemu...
x: semoga.............
x: kurasa aku akan tidur sekarang...
y: dan smg kita bisa bertemu
y: aku jg ingin bertemu
y: bertemu kau
y: tidurlah, jika kau butuh tidur
y: kurasa aku sudah lebih dari orgasm
y: smg obrolan ini tak membuatmu kelelahan
x: tidak....
x: orgasm...
x: aku bahkn kurang memahami kata itu...
y: orgasm kurasa bkn semata soal yg persis dg ejakulasi;
keluarnya air mani dari penis spt yg dialami laki2
y: atau otot vagina yg menegang, tiba2 seolah menghentak tubuh
bagi permpuan
y: orgasm spt saat2 air hujan pertama menetes
y: debu yg tebal
y: seolah mendadak lenyap
y: kau tau kemana debu pergi?
y: kau tau bgm air lenyapkan debu?
y: kurasa mirip begitulah orgasm
x: barangkali menyatu dg air
x: jadi tidak benar2 lenyap
y: bisa jadi
y: bs jadi ia mengubah diri lewat kehadiran air
y: bukan lagi debu
y: tapi sesuatu yg entah, bisa tanah
y: bisa pula ... apa ya? oh, aroma yg semerbak
y: aroma yg persis muncul saat air basahi tanah
y: bs jadi
y: knp kau tak paham soal orgasm?
y: apa yg kau alami, salah satunya, lewat bercinta?
y: yg kau kenang sbg olahraga?
y: smg aku tak menunda tidurmu
y: tidurlah, jika yg kau inginkan tidur
x: bolehkan aku menlponmu?
y: kapan?
x: skr
y: jika skrg, aku meminta wkt 10 menit agar aku sampai di
rumah dulu
y: bisa 10menit?
x: tentu...
x: kenapa harus sampai dirumah?
y: itu ruang yg ckp membuatku nyaman
y: bisa mbuat nyaman, tepatnya
y: bisa to?
x: tentu
y: jika bs, aku off lalu
y: bermotor, kira2 7 menitan
y: ok
y: aku off
x: aku akan menunggumu...
y: ok 10 menit dr skrg